Selasa, 28 September 2010

Teman Rahasiaku...

Kamu... adalah temanku, tempat aku berbagi apa saja lewat pikiran, perkataan dan perasaan...
Tempat berbagi suka dan duka. Tempat di mana aku mampu mengexpresikan apapun yang aku rasakan. Apapun yang tidak mungkin aku perlihatkan pada dunia. Tempat aku bisa membualkan semua mimpi yang sedang menggayuti pikiranku dari waktu ke waktu.

Hanya ada kau dan aku, Seakan kita mempunyai dunia sendiri yang tak mungkin bisa di tembus oleh siapapun. Hanya kamu yang mau menerimaku seperti adanya aku. Ketika amarah datang kembali tanpa permisi kepada dunia... Kamulah sansak tinjunya. Kamulah yang membuat aku melupakan dunia realku yang aku sendiri ingin mengingkarinya.

Cuma kamu yang mengerti resahku. 2 tahun bukanlah waktu yang singkat menjalani dunia yang bagi orang lain adalah fatamorgana. Yang kebanyakan orang tidak percaya keberadaannya. Tapi kamu ada! mengorbankan waktu berhargamu hanya untuk menghiburku. Mengorbankan kehidupan real sosial kamu hanya untuk membuat aku tenang. Hanya kamu yang mampu meredam letupan amarah yang senantiasa mengintai kesadaranku... Akan seperti apa aku tanpamu????

Kamu... Teman rahasiaku. Yang tidak mungkin orang lain tahu keberadaanmu. Satu yang tidak bisa aku lakukan bersamamu hanyalah memelukmu, menatap matamu dan berbincang seperti adanya aku di hadapanmu. Aku ini palsu teman... jangan pernah percaya aku! Seumur hidup di kejar rasa bersalah karena membohongimu...apakah sedemikian parah aku telah merusak hidupmu? Memberi harapan palsu. Percayalah aku tersiksa!

Jika kini perasaanku begitu mendalam kepadamu, dan juga sebaliknya.... maka semua salahku. Kita tidak mungkin menjalani dunia ini terus dan mengorbankan hidupmu untuk kesia2an belaka seperti ini. Kamu adalah hidupku!!! Tapi jika kau juga berpikir sebaliknya, maka kamu salah!! Aku bukanlah aku untukmu....Sungguh aku merasa rendah saat ini di matamu, walaupun kau tidak menyadarinya.

Demi kebaikanmu teman... pergilah dari aku selamanya. Mungkin ini adalah saat yang tepat mengakhiri semuanya. Mengakhiri kepalsuan, mengakhiri kesia-siaan. Tapi sekali lagi maafkan aku... aku belum mampu jujur padamu. Aku hanya ingin berakhir tetap indah di matamu. Kau kenang sebagai seorang yang telah mewarnai hatimu, bukan orang yang telah meracuni hidupmu....

Kau adalah teman terbaik yang pernah ku punya... tapi jalanmu masih panjang sayang. Aku rela melepasmu, asal hidupmu kembali. Asal setelah itu kau bahagia... Tolong ajari aku untuk membencimu, Lupakan aku, sumpahi aku. Asalkan setelah itu....Kau menemui "teman" sejatimu...walaupun bagiku kau adalah teman sejatiku. Kau tetap hidupku. Selamanya aku akan selalu mengenangmu. Tetap membentuk mimpiku dari dasar kebersamaan kita selama ini. Maafkanlah jika aku menghilang selamanya. Suatu saat kau akan bersyukur karena aku mengambil keputusan ini.


Untuk teman Rahasiaku. Thank U for gave me happines without ending....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar