Sabtu, 07 Februari 2015

Teu Aya Judul...

Merindu itu seperti lembaran kertas yang terbuka perlahan - lahan, lalu satu persatu tertiup angin. Seperti daun - daun kering yang terpaksa gugur di musim yang tidak tepat. Seperti butiran air yang meresap hilang dalam hisapan pasir. Merindu itu adalah ketika kau mencoba membuka diri, namun dengan cepat seseorang membuatmu terjatuh ke tempat paling dasar. Dan kau tak pernah bisa kembali seperti semula. 

Aku merinduimu. Seperti hempasan angin terhadap butiran pasir. Seperti bunga yang terlalu lama tak dihinggapi air. Seperti burung yang terpaksa terhempas ke tanah karena sayapnya patah. Aku merinduimu. Dan aku hanya bisa menatap kekosongan. Menatap jarak yang kuciptakan sendiri. Yang semakin kau perparah dengan berlalu dan menghadap pada senyuman matahari lain. 

Apa yang harus aku lakukan sayang? Apa yang mampu aku perbuat? Agar kamu menoleh barang sejenak. Memberi seteguk air. Yang mungkin saja belum tentu aku bisa raih. Tapi setidaknya aku tahu, kamupun merindukan aku. Seperti aku merindukanmu.. 

Aku ingin membencimu... Sungguh aku mau. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar