Aku merinduimu. Seperti hempasan angin terhadap butiran pasir. Seperti bunga yang terlalu lama tak dihinggapi air. Seperti burung yang terpaksa terhempas ke tanah karena sayapnya patah. Aku merinduimu. Dan aku hanya bisa menatap kekosongan. Menatap jarak yang kuciptakan sendiri. Yang semakin kau perparah dengan berlalu dan menghadap pada senyuman matahari lain.
Apa yang harus aku lakukan sayang? Apa yang mampu aku perbuat? Agar kamu menoleh barang sejenak. Memberi seteguk air. Yang mungkin saja belum tentu aku bisa raih. Tapi setidaknya aku tahu, kamupun merindukan aku. Seperti aku merindukanmu..
Aku ingin membencimu... Sungguh aku mau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar