Sejak dahulu, seingat yang bisa aku ingat, satu-satunya negara yang aku kagumi kemegahannya, kulturnya, logatnya, panoramanya, mimpi-mimpinya terlepas dari sejarah buruk dan arogansinya ( semua negara tidak lepas dari cacat, tidak ada yang sempurna di dunia. Ini benar-benar kalimat yang kata anak muda "JLEB" banget ) adalah Inggris. Percaya atau tidak, terapi dari segala sedih dan gelisahku selain doa (kalau tidak aku sebutkan pasti ada yang protes :P) adalah memejamkan mata dan mendesain badan dan ragaku sedang berada di salah satu pedesaan disana. Dengan segala musim yang bisa aku ingat pernah aku lihat dimanapun. Dan hamparan salju adalah favoritku.
Andai saja semudah aku memejamkan mata untuk tiba disana. Daya khayalku memang tinggi. Dan menjagaku tetap waras ketika hal-hal yang aku tidak suka atau aku takutkan datang tanpa permisi. Sekali lagi mimpi adalah sah, aku boleh memimpikan apapun sekalipun itu diluar nalar. Termasuk mimpiku menghabiskan semua sisa umurku hidup di salah satu pedesaan sunyi, tenteram dan damai di Inggris... kalaupun tidak akan terjadi, aku tidak menyesal memilikinya. Memiliki mimpiku sendiri, bukan mimpi orang lain. Kadang mimpi membuat kita sadar dan bersyukur akan kehadiran dan kelemahan kita sebagai manusia. Betapa kecilnya kita di mata Allah, karena hanya Dia yang sanggup membolak balikkan hidup seseorang... Hari ini, aku belajar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar