Lemme learn something...
Pohon manggaku berbuah banyak sekali tahun ini. Masih amazed aja, mengingat sebelum2nya hanya bisa ileran melihat tetangga-tetanggaku semua panen mangga super banyak. Bergelantungan sampai tepi jalan seolah-olah mengejek, "Mana pohon manggamu? Mandul ya?"
Tentu saja aku senang sekali, meskipun tidak sebagus dan sebanyak panenan sebelah-sebelah (namanya juga milik tetangga kan? Menurut quote-quote pasti lebih bagus dari milik kita haha..)
Beberapa tahun lalu sering ada yang menyarankan, "Dilukai aja batang pohonnya, dibacok-bacok gitu pakai pisau atau parang." Akunya mana tega? Bukankan tanaman itu mahluk hidup? Makan juga, bernafas juga. Siapa tahu dia kesakitan? Sumpah tidak tega, lucu ya? Tidak mengapa, aku juga merasa lucu, kenapa berpikiran kalau saja aku dilahirkan bukan sebagai demit tapi sebagai tanaman, terus diperlakukan seenaknya sama demit-demit yang lain. Kan syediiih kaaaak...
Jadi aku pasrah. Masalahnya aku pernah membeli tanaman jambu air bersamaan dengan tetangga sebelah, umur dan tinggi sama, kata mas penjualnya. Ketika ditanam, punya sebelah cepat sekali berbunga dan berbuah sementara milikku? Hahahaha begituuu deeeh... (Garuk-garuk ketombe)
Aku pikir, meskipun manggaku mandul, tidak apa-apa nak, mama tetap menerimamu apa adanya. Setidaknya rumah mama jadi adem..
Tiba-tiba tahun ini berbuah banyak sekali. Girang bukan main. Mungkin ini juga diselipkan sama Allah buah-buah kesabaran bertahun-tahun. (kadang sabar sama cuek itu beda tipis haha.. Iyeeeee) Dan mungkin Awal semua bulan dalam tahun ini yang selalu buruk (ini menurutku, tolong jangan judgemental kesinisanku😂) Tersiram oleh panen mangga-mangga nan manis dipertengahan bulan dan tahun ini. Setidaknya ini pertanda baik. Eiits... Jangan salah! Pertanda baik untukku tentu beda persepsi sama pertanda baiknya mayoritas orang. Aku sedang membangun mimpi. Tekadku bulat. Tidak ada yang akan menggugurkan tekadku yang terlanjur bulat dan kata "Whateva" ku yang kuucapkan dalam hati. Universe pelan-pelan akan mendukungku, aku tahu itu. Dan panen mangga tahun ini, aku anggap salah satu dukungan mental. Hahaha absurd? Bukan aku, kalau normal-normal saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar